Klick Dapat Uang

Pemburu Badge Foursquare di Indonesia

Diposting oleh Puthut Blog on Kamis, 04 November 2010


Foursquare, layanan jejaring sosial berbasis lokasi yang sedang naik daun ini rupanya memang mengena di hati pengguna internet di Indonesia. Jika dibandingkan dengan layanan serupa seperti Gowalla, Brightkite dan bahkan Koprol, foursquare memang cenderung mampu mengikat para penggunanya untuk terus menggunakan layanan mereka. Faktor utama yang membuat Foursquare unggul adalah fitur Badge, dimana penggunanya harus menaklukkan tantangan tertentu untuk mendapatkan reward berupa badge.
Sejak setahun belakangan ini, nama Indonesia melejit di kalangan pengguna Foursquare karena keaktifannya dalam mengumpulkan badge foursquare. Misalnya beberapa bulan lalu dimana ada lebih dari 250 pengguna foursquare melakukan checkin di satu tempat guna mendapatkan "Super Swarm" badge. Tentu saja yang benar-benar berada di tempat tersebut hanya beberapa saja, sisanya hanya melakukan false-checkin dari tempat yang berbeda.
Fenomena ini memang cukup menarik untuk diamati, terutama ketika beberapa bulan belakangan ini para "pemburu badge" agak berkurang aktivitasnya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka sudah hampir memiliki semua badge yang disediakanb oleh Foursquare, jadi mereka lebih menunggu tantangan berikutnya dari Foursquare. Dan ketika beberapa hari lalu Foursquare merilis beberapa badge baru yang berkaitan dengan event Haloween, maka para pemburu badge kembali aktif untuk merebut badge yang baru dirilis oleh Foursquare.
Pemburu badge memang tidak hanya ada di Indonesia, di luar negeri pun cukup banyak orang-orang yang melakukan fake checkin demi mendapatkan badge namun tetap belum ada yang mengalahkan pemburu badge dari Indonesia. Bahkan, di sebuah website yang membahas badge Foursquare - aboutfoursquare.com, komunitas pemburu badge internasional justru menganggap pemburu badge di Indonesia sebagai perintis ditemukannya badge-badge baru dan cara untuk mendapatkannya.
"New badge? Let the Indonesians figure it out," komentar seseorang di website aboutfoursquare.com.
Nah, sekarang tentu bagaimana para brand dan startups bisa memanfaatkan keingintahuan dan perilaku berinternet di Indonesia? Melihat perilaku mereka demi mendapatkan badge foursquare, sudah pasti Indonesia sangat mudah dirangsang dengan imbalan yang tepat.
More aboutPemburu Badge Foursquare di Indonesia

Terjatuh dari Lantai Tujuh, Bayi Selamat

Diposting oleh Puthut Blog on Kamis, 04 November 2010


Paris: Seorang bayi lelaki yang berumur 18 bulan selamat setelah jatuh dari lantai tujuh dan tertahan di tenda sebuah kafetaria di Paris, Prancis, Selasa (3/10). "Putraku melihat seorang anak lelaki kecil di balkon. Ia telah keluar dan langsung ke pagar. Saya berkata kepada diri saya tak boleh kehilangan dia," kata Philippe Bensignor, sang penyelamat bayi, seperti dikutip AFP.
"Saya mempunyai waktu untuk keluar agar bisa berada di posisi yang tepat," tuturnya. "Bayi lelaki tersebut baik-baik saja. Ia menangis sebentar tapi tenang lagi tak lama setelah itu." Seorang pejabat yang terlibat dalam menyelidiki kejadian tersebut mengatakan bayi lelaki itu telah ditinggal sendirian di apartemen keluarganya di Paris bagian utara, bersama kakak perempuannya. Saat ini, orangtua sang bayi telah ditahan.
"Benar-benar ajaib," kata Gaby, penjaga bar di kafe tersebut, sambil menunjuk ke robekan kecil di tenda tempat bayi lelaki itu tertahan. "Kami tutup kemarin, tapi peralatan mekanis untuk menutup tenda tersebut macet," katanya.(APY/ANS/Ant)
More aboutTerjatuh dari Lantai Tujuh, Bayi Selamat

Merapi Krisis, Radius Bahaya Diperluas

Diposting oleh Puthut Blog on Kamis, 04 November 2010


Sejak pertama kali meletus, Selasa 26 Oktober 2010 lalu, Gunung Merapi hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mulai jinak. Bahkan, kemarin, Rabu 3 November, kondisi Merapi kritis. Hampir empat jam lebih, suara dentuman dan awan panas vulkanik, wedhus gembel, meruap dari pucuknya.

Si wedhus  gembel kini makin liar, meluncur jauh hingga 9 kilometer. Radius luncurannya ini tiga kali lebih jauh dibandingkan dengan  luncuran yang terjadi pada 26 Oktober. Yang mengerikan, semburan awan panas ini juga ditingkahi suara dentuman keras.
"Telah terjadi krisis di Merapi sejak pukul 11.04. Awan panas sudah keluar selama 47 menit, tapi hingga kini belum berhenti," kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief dalam akun Twitternya, Rabu 3 Novbember 2010.

"Sedang akan diambil keputusan baru menyangkut jarak radius pengungsian diperpanjang," tambah Andi.

Warga panik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kemudian mengeluarkan pengumuman, pengosongan wilayah dengan radius 15 kilometer dari puncak gunung yang sedang muntab itu. Semula, lembaga tersebut hanya  mematok di angka 10 kilometer.

Penetapan radius berbahaya ini berlaku  sejak pukul 16.00 WIB. "Semua tanpa kecuali (harus) mematuhi ini (PVMBG)," tegas Andi.

Artinya, aturan berlaku tidak hanya untuk warga yang tinggal di sepanjang radius itu, tapi juga jurnalis dan tim relawan yang berjibaku dengan petaka dalam bencana ini.

Peningkatan letupan Merapi sebetulnya sudah terjadi sejak pagi hari. Pengamatan PVMBG antara pukul 08.00-12.00 WIB mencatat gempa multiphase terjadi sebanyak 21 kali. Gempa guguran juga masih mendominasi, yakni 140 kali dan awan panas 38 kali.

Sementara kepulan asap awan panas teramati di semua pos dengan arah menuju Kali Gendol. Rentetan awan panas ini terjadi sejak pukul 11.04 WIB hingga pukul 18.01 WIB. PVMBG membeberkan kronologi erupsi Merapi itu sebagai berikut:
1. Pukul 11.11-13.19 WIB, terjadi awan panas beruntun dengan durasi maksimum 2 menit. Sementara cuaca dalam keadaan kabut dan hujan, sehingga tidak bisa melihat keadaan puncak Gunung Merapi.
2. Pukul 13.27 WIB dan 13.30 WIB, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 2 kali.
3. Pukul 14.00-14.03 WIB, terjadi guguran besar beruntun sebanyak 4 kali, durasi makimum 1 menit.
4. Pukul 14.04 –14.27 WIB, terjadi rentetan awan panas dengan durasi maksimum 5 menit. Diperkirakan jarak luncur awan panas lebih dari 10 km, sehingga diputuskan untuk memperluas daerah aman hingga di luar radius 15 km.
5. Pukul 14.44 WIB, terjadi awan panas besar selama 1,5 jam.
6. Pukul 16.23 WIB, aktivitas mulai reda.
7. Pukul 17.30 WIB, dilaporkan bahwa semburan awan panas terjadi lagi, luncurannya mencapai 9 km di alur Kali Gendol.
8. Pukul 18.01 WIB, luncuran awan panas terjadi lagi.

Belum didapat laporan resmi apakah ada korban jiwa akibat erupsi kali ini. Namun tiga rumah dan satu kandang di RT 03/RW 04, Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, habis dilumat si wedhus.

Koordinator Tim SAR Sleman, Suharyono yang bermarkas di Posko Utama Merapi, Pakem, Sleman, mengungkapkan ketakutan dan kepanikan warga sekitar Merapi. Mereka meminta lokasi pengungsian di Kepuharjo dan Glagaharjo dipindahkan ke lokasi lain. Barak pengungsian di dua wilayah ini memang berada di radius bahaya. Untuk sementara, pengungsi di Kepuharjo dievakuasi ke Barak Wukirsari yang ada di Cangkringan.

Ancaman Lahar Dingin

Hingga pukul 21.00 WIB, letupan belum juga mereda. Seiring itu bahaya lain  mengintai. Hujan deras yang mewarnai letupan Merapi  memicu petaka lanjutan, banjir lahar dingin.

Informasi yang disampaikan radio komunitas Merapi menyebutkan, sekitar pukul 16.30 WIB, lahar dingin dari puncak Merapi telah mengalir ke Kali Gendol. "Warga yang tinggal di 200-300 meter dari sisi Sungai Gendol diminta segera mengungsi," kata petugas pengamat Merapi, Samsang.

Tak hanya Kali Gendol, lahar dingin juga merembes ke Kali Kuning, Umbulharjo, Sleman, tepatnya di sisi timur Kaliurang. Kedalaman lahar dingin ini antara 50 cm hingga 1 meter. Material yang terkandung dalam lahar dingin ini masih berupa pasir dan krikil dengan sedikit endapan lumpur di atasnya. Bau belerang sangat menyengat.

PVMBG meminta warga menjauhi bibir sungai karena dikhawatirkan terjadi luapan lahar dingin jika badan sungai tidak mampu menampung material Merapi.
More aboutMerapi Krisis, Radius Bahaya Diperluas

Presiden Rusia dan Afghanistan Sepakat Tingkatkan Pemberantasan Narkoba

Diposting oleh Puthut Blog on Kamis, 04 November 2010


Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai membahas peningkatan kerja sama dalam memberantas obat bius terlarang dalam percakapan melalui telepon, kata Kremlin.
Badan pengawasan obat bius terlarang Rusia dan Amerika Serikat melakukan operasi anti-narkotika gabungan pada 28 Oktober di Afghanistan, menghancurkan empat laboratorium dan 900 kilogram heroin senilai lebih dari 250 juta dolar, kata kepala pengamat narkoba Rusia Viktor Ivanov pada pekan lalu.
"Medvedev dan Karzai mencatat operasi khusus anti-narkotika yang diadakan baru-baru ini, yang menghancurkan sejumlah besar obat bius dan peralatan untuk memproduksinya," kata pernyataan itu.
"Perbincangan itu secara khusus mencatat bahwa interaksi badan-badan pemberantasan narkotika Afghanistan, AS dan Rusia pertama kali bekerja sama berdasarkan operasi ini.
"Presiden menyerukan untuk diperluasnya lebih lanjut upaya-upaya bersama dalam tujuan ini dan untuk meningkatkan koordinasi."
Serangan sebelumnya dikecam oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang mengatakan operasi itu melanggar kedaulatan negara Asia Tengah tersebut.
Namun Ivanov mengatakan, bahwa semua masalah kini telah diselesaikan dengan Karzai.
"Karzai menyerukan untuk lebih diintesifkannya kerja sama dengan Rusia dan meningkatkan perannya dalam memecahkan masalah Afghanistan serta kawasan secara keseluruhan," kata pernyataan.
"Dia menyatakan penghargaan untuk bantuan dalam berbagai bidang yang diberikan oleh Rusia."
Produksi obat bius terlarang Afghanistan meningkat dramatis setelah invasi yang dipimpin AS menumbangkan Taliban pada 2001, dan Rusia adalah salah satu negara yang banyak terkena dampaknya, karena konsumsi heroin semakin meningkat.
Diperkirakan 90 persen heroin yang dikonsumsi di Rusia diselundupkan dari Afghanistan melalui Tajikistan dan Uzbekistan.
Rusia dan AS akan terus melakukan operasi gabungan di Afghanistan untuk menghancurkan laboratorium-laboratorium obat setelah mencapai perjanjian dengan Karzai.
More aboutPresiden Rusia dan Afghanistan Sepakat Tingkatkan Pemberantasan Narkoba

Warga di Lereng Gunung Egon Diminta Waspada

Diposting oleh Puthut Blog on Kamis, 04 November 2010


Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Yoseph Suryanto minta warga masyarakat di sekitar lereng Gunung Egon di wilayah Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur selalu waspada.
"Tipe gunung api aktif dengan tinggi 1.703 di atas permukaan laut itu sudah mulai menunjukkan aktivitas, sehingga perlu diwaspadai lebih dini," kata Suryanto ketika dihubungi dari Kupang, Rabu, terkait dengan aktivitas gunung merapi itu.
Ia menambahkan pihaknya juga telah melaporkan kepada pemerintah daerah setempat untuk melakukan persiapan dan antisipasi lainnya berdasarkan tahapan-tahapan penanggulangan bencana.
"Pada Rabu (27/10) lalu kawah gunung api Egon tertutup kabut dan mengeluarkan asap, sehingga cukup mengkhawatirkan penduduk di sekitarnya," kata Suryanto.
Ia menambahkan masyarakat yang bermukim di lereng bagian barat dan barat daya pada radius satu kilometer dari Gunung Egon sudah diminta waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Badan Vulkanologi Bandung minta pos pengamatan gunung api di Flores untuk terus memantau aktivitas Gunung Egon dan Gunung Rokatenda di Pulau Palue, sekitar 45 mil dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Rokatenda Dionisius Masan Duran yang dihubungi secara terpisah mengatakan secara visual, telah terjadi hembusan asap putih tipis yang muncul dari kawah Rokatenda.
Hembusan awan tipis itu mencapai ketinggian antara 15-25 meter disertai tekanan gas lemah. Kondisi yang sama juga terjadi pada gunung api Egon, kata Duran.
"Dengan meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kami terus memantau aktivitas gunung Rokatenda, tetapi belum ada aktivitas yang membahayakan," katanya.
Gunung Rokatenda terletak di Pulau Palue di bagian utara Flores, sekitar 45 mil dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka. Penduduk di pulau ini tercatat sekitar 30.000 jiwa.
Gunung Egon meletus terakhir pada 2004 yang mengakibatkan puluhan ribu warga yang bermukim di lereng gunung dievakuasi semuanya ke Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Sedangkan Gunung Rokatenda meletus terakhir pada 1973 menyebabkan hujan abu tersebar di seluruh pulau. Aktivitas gunung itu mulai meningkat lagi pada 1981 dan 1984 serta2010.
More aboutWarga di Lereng Gunung Egon Diminta Waspada

Site Info

free counters